Wednesday, January 11, 2017

Kades Termuda dengan Segudang Program Inovatif


Terpilihnya Abdussalam Ramli sebagai tokoh muda terpopuler 1 Madura Awards 2016 sudah terprediksi sebelumnya. Sejak kali pertama masuk nominasi, Kepala Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, ini memang banjir dukungan. Baik dari masyarakat setempat maupun kolega-koleganya. Bahkan, anggota DPR RI ikut mendukungnya.
Sebagai tokoh muda, Abdussalam Ramli memang memiliki daya tarik tersendiri. Pria kelahiran Pamekasan 4 Juli 1990 ini merupakan Kepala Desa (Kades) termuda di kota Gerbang Salam. Dia terpilih sebagai Kades saat usianya baru menginjak 25 tahun pada 2015 lalu. Setahun memimpin, dia langsung dianugerahi penghargaan tokoh muda terpopuler 1 Madura Awards 2016.
Selain itu, alumnus fakultas MIPA Universitas Brawijaya, Malang, ini memang memiliki segudang inovasi dalam memimpin. Transparasi menjadi kata kunci kepemimpinannya. Hal itu tertuang dalam sebuah motto kepemimpinannya: bekerja sesuai fakta (frame kerja dan transparasi anggaran).
Dasawarsa (Desa Bersatu Waru Barat Sejahtera dan Amanah) merupakan visi misi yang diusungnya. Visi misi itu dierjemahkan dengan lima program unggulan. Pertama, Kepala Desa Membangun Desa (Kembang Desa). "Bupati Pamekasan punya program bunga bangsa (Bupati mengajak bangun desa). Maka saya berpikir perlu adanya inovasi program yang selaras dan serasi dengan program yang dimunculkan Pemkab. Akhirnya, Munculah ide Kembang Desa." Jelasnya sambil tersenyum.
Program Kembang Desa sangat berdampak pada banyak aspek. Sebab, program tersebut mengakomodasi seluruh perencanaan desa. Mulai dari rencana pembangunan infrastruktur; sarana dan prasarana; pemberdayaan masyarakat, baik di bidang sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi; dan pembinaan dalam rangka meningkatkan kualias sumber daya masyarakat desa waru barat.
Kedua, program master plan tatakelola pembangunan (Mantap) desa yang tercove dalam rencana program jangka menengah desa (RPJM Des). Diantaranya, pembangunan jalan alternatif atau jalan lingkar (ringroad); pembangunan taman Desa Waru Barat atau Taman Dasa Warsa (Monumen Dasa Warsa); pembangunan lapangan untuk kegiatan olah raga, kebudayaan dan kesenian yang diberi nama Sport, Culture, and Art (SOCA) Center; serta oembangunan kandang lepas dan balai pengembangan dan pemberdayaan kelompok tani.
Ketiga, program 3G. yakni, Gebrak, Gebyar, dan Gempar. Gebrak merupakan akronim dari Gerakan Bangkit Bersama Rakyat. Kegiatannya meliputi peberian layanan kesehatan dan kegiatan rutin kerohanian. Sedangkan Gempar yakni Gerakan Masyarakan Sadar dan Program Rutin Jumat bersih-bersih di pasar Waru. Seluruh perangkat desa, mulai kades, sekdes, kasi, kaur, kades dan RT/RW serta babinsa dan Bhabinkamtibnas dilibatkan.
"Gebyar adalah gerakan berbagi satu milyar. Yakni, gerakan solidaritas terhadap masyarakat pra sejahtera, seperti fakir miskin, janda tua, dan yatim piatu, terutama yang luput dari bantuan pemerintah" paparnya. "Dana digalang dari masyarakat sekitar, perantau di Arab Saudi, Malaysia, Jakarta, dan lain-lain. Bantuan Gebyar disalurkan dalam tiga bentuk, yaitu sembako, uang, pembangunan rumah layak," tambahnya.
Program keempat yaitu tiga kawan (Kepala Desa Mewarnai). Yakni, kawan sadar (safari dakwah ramadhan), kawan sejari (kesejahteraan petani), kawan penamas (Pendidikan Masyarakat). Kelima, program kangdika (kampung digital kita).
"Pemerintah desa kedepan memiliki target untuk membangun balai pelatihan keahlian dini. Balai ini untuk menjadi wadah kekreatifitasan pemuda dengan harapan nantinya keahlian itu bisa menjadi embrio terciptanya kelompok home industri yang mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya, keluarganya, dan masyarakat," tukasnya.


EmoticonEmoticon